Pelayanan mahasiswa memiliki visi untuk membentuk dan menghasilkan alumni yang takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi pekerjaan, lingkungan, keluarga, gereja dan Negara. Untuk itu KK atau KTB menjadi elemen dasar bagi pembinaan mahasiswa bahkan sampai alumni melalui pola penginjilan, pemuridan, pelipatgandaan dan pengutusan.
Semuanya diawali dari hidup yang dibaharui, pertobatan dan menjadikan Kristus sebagai pusat hidup. Karenanya, diperlukan upaya dari setiap individu di KK/KTB untuk berjuang bertumbuh dengan baik dalam pengenalan akan Kristus. Dan inti dari KK/KTB bukanlah media aktivitas sosial.
Aku yakin kalau orang sungguh-sungguh hidup dibaharui dan bertobat pasti akan merindukan persekutuan pribadi dengan Tuhan dan memerlukan komunitas untuk bisa menopangnya. Persekutuan pribadi meliputi kehdupan saat teduh, doa, penggalian firman Tuhan dan membaca buku-buku rohani secara teratur. Memerlukan komunitas dimulai dari KK/KTB, pelayanan kampus, gereja dan keluarga kita sendiri yang akhirnya kita bisa berperan melayani.
Sudah lebih 3 tahun semenjak kamu dibina di KK/KTB, kamu sendiri dan tentunya Tuhan yang paling tahu apa kamu bertumbuh atau tidak. Kalau kita katakan kita memang bertumbuh pasti ada kerinduan untuk persekutuan pribadi, karakter yang dibaharui dan hidup taat! Sebaliknya kalau kita tidak bertumbuh, tentunya juga akan terlihat dari buah hidup yang sebaliknya.
Hidup menjadi murid Kristus itu sangat sulit karena harus sangkal diri, pikul salib dan setia mengikut Kristus setiap hari. Aku semenjak 13 tahun yang lalu berkomitmen manjadi murid harus mengakui menjadi murid itu tidak mudah! Jatuh bangun tetapi harus tetap kuat dan sampai sekarang bisa berjuang kuat hanya karena pertolongan Roh Kudus.
Karenanya aku akan lebih suka menantang di KK/KTB apakah mau berjuang untuk memiliki hati murid? Kalau kamu katakan akan menarik diri dari KTB, apakah dikarenakan karena sulitnya untuk memiliki hati murid/tidak bertumbuh? Kamu Daniel tahu jawaban yang terbaik.
***
3 tahun memang aku udah dibina di KK/KTB, tidak banyak hal yang berarti yang kudapat dari KK/KTB tersebut. Gampangnya, sebut saja aku tidak bertumbuh layaknya seorang murid yang telah terbina. Bukan Abang atau KK/KTB itu yang salah tetapi lebih kepada diriku sendiri. Semuanya jadi terasa sia-sia saat aku mulai menyadari bahwa aku tidak menikmati sesuatu dari Firman yang sering kita bahas.
Pertanyaan bagaimana HPDTmu, Saat teduhmu dan Jam doamu seringkali terasa nonsense samaku. Mungkin akan terdengar terlalu membenarkan diri apabila Abang bertanya mengapa aku memiliki pandangan seperrti itu. Tapi gampangnya, aku bisa bilang aku tidak memiliki HPDT yang baik dan terasa sangat tidak nyaman untuk menceritakan hal tersebut selama bertahun.
Mungkin benar KK/KTB adalah pembinaan rohani yang paling baik saat ini untuk mahasiswa dan sepertinya aku belum siap untuk memperoleh yang terbaik. Biarkanlah aku mendapat pembinaan yang biasa-biasa saja, tapi aku benar-benar hidup dari pebinaan biasa itu.
Selamanya, melarikan diri dari masalah yang terjadi di KTB kita saat ini adalah tindakan seorang pengecut. Untuk kali ini saja, menjadi pengecut adalah pilihanku. Kubiarkan kalian untuk berpikiran begitu jika kalian memang berpikiran demikian.
Aku sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan ini dan kuyakinkan Abang bahwa aku memutuskan ini tidak emosional dan benar-benar kupikirkan secara matang. Aku juga perlu meyakinkan Abang kalau aku sangat jarang melihat ke belakang atas apa yang kuputuskan. Tapi aku juga boleh meyakinkan Abang, aku tidak pernah berpikir untuk jauh dari Tuhan. Aku selalu berusaha meskipun aku jatuh.
Intinya Bang, aku cuma mau bilang kembali ke KTB mungkin tidak akan pernah kulakukan lagi. Aku keluar tanpa rasa sakit hati, kekecewaan dan penyesalan. Aku telah berdamai dengan diriku. Aku yakin Abang pasti kecewa dan mungkin merasa bersalah. Biarkan Tuhanlah yang menyembuhkan setiap hati yang terluka.
***
Daniel,
Sorry aku baru reply note kamu.
Buat aku, aku mengupayakan bagianku semampu aku untuk melayani orang-orang. Aku juga tetap selalu belajar dari setiap keadaan dan orang-orang disekelilingku. Tuhan sajalah yang memberi pertumbuhan kehidupan rohani.
Kalau demikian keputusan kamu, aku tidak akan menghalangi kamu. Kamu punya kehendak bebas untuk memilih apa yang menurut kamu paling tepat dan baik buat kamu. Semoga kamu bisa bertumbuh lebih baik dalam pengenalan akan Tuhan dan hal-hal yang lainnya kedepan.
God bless
