Copy-paste dari grup facebook.
Hei semuanya! Apa kabar?
Mau berbagi tentang kegiatanku setelah lulus nih.hehe
Mungkin sebagian sudah ada yang tahu kalau aku sekarang tergabung di Gerakan Yayasan Indonesia Mengajar. Bulan Januari ini adalah bulan ke-7 penugasanku sebagai Pengajar Muda. Sudah lebih dari setengah perjalanan aku menjadi wali kelas IV, guru olahraga untuk semua kelas, guru les untuk tingkat SD dan SMP, dan juga pembina pramuka.
Di tengah tahun ini, desaku mendapatkan kiriman buku dari Penyala (sebutan untuk volunteer dari Indonesia Menyala). Setiap dua kali seminggu, aku mengadakan program perpustakaan keliling. Dengan satu tas besar dengan satu kardus yang aku jinjing, biasanya anak-anak menghampiriku di depan rumah. “Ibu bawa apa?”, “Ibu mau pi (pergi) mana?”, seru mereka bergantian. “Ini semua buku. Ayo kita baca!”
Pada sore hari, sekitar pukul empat, aku membuka lapak buku di bawah pohon ketapang. Tidak menyangka sama sekali aku akan melihat ekspresi kegembiraan dari puluhan anak di sekitarku. Sore itu lapakku kedatangan ibu-ibu dengan anak balitanya. Mereka menyuapi anaknya sambil membacakan cerita. Ada juga seorang ibu yang membuka buku lagu dan bernyanyi bersama anaknya. Ini pemandangan yang aku harapkan. Tidak ada kekerasan, terasa banyak kasih sayang.
“Ibu, kasih dongeng par beta boleh,” (ibu, bacakan dongeng untuk saya dong) kata seorang anak SMP kepadaku. Tidak lama setelah aku memulai mendongeng, anak-anak bergerombol di samping dan dibelakangku. Setelah satu buku selesai aku bacakan, mereka menyodorkan buku yang lainnya kepadaku. “Baca lai e ibu.” (Baca lagi ya, Ibu). Mereka memang tidak terbiasa membaca buku. Hanya alkitab, buku bacaan mereka. Aku dengan senang hati membacakan satu persatu buku yang kupunya, dengan harapan mereka akan menyukai kegiatan membaca.
Tidak terasa matahari sudah akan hilang, berganti dengan bulan. Merekapun sudah tidak dapat membaca dengan jelas karena malam di desaku itu gelap gulita. Aku tidak menyangka anak-anak itu bertahan sampai akhir. Sampai benar-benar sudah tidak bisa membaca lagi, baru mereka membereskan semua buku itu lalu dimasukkan ke dalam tas besarku.
Buku adalah barang mewah di desaku.
Buku-buku di sekolah biasanya sudah berumur lebih dari 10 tahun, lusuh terobek dan jumlahnya tidak lebih dari jumlah siswanya. Buku-buku yang bisa dibaca di luar sekolah pun hanya buku yang aku punya. Aku sekarang sedang mengumpulkan lebih banyak koleksi buku yang bisa menarik minat baca mereka dan mendukung program perpustakaan keliling di desaku ini.
Apakah ada yang berminat untuk berbagi buku dengan anak-anakku? Tidak perlu yang mahal, yang sederhana saja namun bisa memberikan pengetahuan. Tidak tertutup pada buku-buku pelajaran saja, tapi bisa juga dongeng, novel, buku mewarnai atau cerita tentang Indonesia dan dunia. Tidak perlu yang baru, hanya butuh yang bisa terbaca.
Kalau ada di antara teman-temanyang ingin berbagi dengan anak-anakku, bisa langsung mengirimkannya saja dengan alamat:
Arum Puspitarini Darminto
Indonesia Mengajar
d/a Marthen Bebena
Jl. Ir. Soekarno (samping polres)
Saumlaki, MalukuTenggara Barat
Disarankan menggunakan jasa pengiriman dari kantor pos Indonesia karena biaya ongkosnya paling murah. Walaupun butuh waktu sebulan barangnya baru bisa sampai.hihi
Mohon maaf sebelumnya kalau aku gak bisa bales komen kalian dengan cepat, karena besok (16 Januari) aku akan balik ke desa tanpa sinyal. Pertengahan Februari aku akan kembali lagi ke Ibukota kabupaten (Saumlaki) untuk mengantarkan anakku mengikuti Olimpiade Sains Kuark. Doakan kami lolos ke semifinal ya! =)
Segitu saja sharing dari ku di sore yang teriiiiiiik sekali di Saumlaki. Semoga kalian semua sehat-sehat, terus antusias mengejar cita-citanya dan sukses terus!
Salam,
Arum P.D
Pengajar Muda
Desa Werain, Kab. Maluku Tenggara Barat
